
Ibuku orang yang baik.
Sungguh, aku bukan memujinya karena ia ibuku.
Ibuku tidak pernah mengeluh. Hanya senyum dan keceriaan saja yang memancar dari wajahnya. Sembari tangannya terus bekerja, menyiapkan makanan kesukaan.
Ibuku tidak pernah tersinggung. Walau anak-anaknya sering nyimbat (menjawab segala ceritanya) dan ngolahke (mentertawakan/mempermainkan).
Ibuku selalu berusaha menahan komentar di tengah orang banyak. Khawatir orang lain tersinggung, kan kita tidak tau isi hati orang lain, begitu selalu katanya. Bahkan kadang membuatku sedikit kesal, lha wong komentarnya sederhana aja kok?
Ibuku selalu berusaha memberi. Apa pun itu. Uang, walau sedikit. Oleh-oleh dari kampung, walau hanya hasil bumi. Makanan, buatan tangan sendiri. Cerita, walau begitu sederhana.
Ibuku menjadi tempat orang bertanya dan curhat. Kadang itu membuatnya tidak enak hati, kok kerjaan2 balik ke ibu lagi ya? Tapi itu tanda kepercayaan orang lain tho?
Ibuku orang yang baik.
Dan jujur, itu kukatakan bukan semata karena beliau adalah ibuku. Itu jelas terlihat ketika kematiannya.
Seorang lelaki Budha, datang pagi-pagi, tak berselang dua jam kematian ibu. ’ibumu orang yang baik. Baru kemarin dia berbagi cerita tentang akupuntur. Katanya cocok dan menawarkan saya untuk mencoba’ begitu katanya. Dan ia langsung mengatupkan kedua tangannya di atas dahinya, berdoa di hadapan jenazah ibu.
’ibumu orang yang baik’, berulang-ulang kalimat itu disampaikan kedua orang ibu-ibu cina di depan pintu.
’bukan kalian saja yang kehilangan, tapi kami juga’ sahut ibu-ibu pengajian ketika kami bersalaman dan kedua mata kami sembab.
Tanteku memetik bunga hasil tanaman ibu, untuk ditaburkan di pusaranya. Rangkaian bunga tak henti berdatangan seakan tau ahlul mayit adalah ibu yang sangat mencintai tanaman.
ya...ibuku memang baik...Hj.Azizah Binti Sirad
1 komentar:
ibu adalah orang yang sangat berarti bagi setiap orang
Poskan Komentar